Dewan Kesenian Jakarta Perkenalkan Kembali Tari Betawi Cokek Asli


GoBetawi.com -Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang terbentuk sejak 1968, meluncurkan program baru bertajuk "Telisik Tari", untuk memberi ruang kepada sejarah tari tradisional. Program terbaru ini merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari program sebelumnya, "Maestro! Maestro".

Melalui Telisik Tari, Komite Tari DKJ ingin mengembangkan wadah untuk mendiskusikan isu-isu tari tradisional di Indonesia secara lebih kritis dan mendalam. Program ini terdiri dari seminar dan master class yang diselenggarakan hari ini, Selasa (8/12), dan dilanjutkan dengan pertunjukan Telisik Tari DKJ pada esok hari, Selasa (9/12) di Graha Bakti Budaya, Taman Islamil Marzuki, Jakarta.

Edisi pertama Telisik Tari DKJ adalah pembahasan mengenai tari Betawi Topeng dan Cokek. Cokek merupakan tarian pergaulan yang dipengaruhi oleh budaya Tiongkok dan berkembang di daerah Tangerang.

"Cokek saat ini lebih cenderung dikenal plesirannya (hiburan). Penari Cokek identik sebagai penghibur para lelaki. Padahal sebenarnya tidak begitu," imbuh Rachmat Ruchiat, pemerhati, peneliti dan penulis seputar kebudayaan Betawi pada acara Seminar Telisik Tari DKJ: Tari Betawi Topeng & Cokek di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (8/12).

Hal senada juga disampaikan Julianti Parani, dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia mengatakan bahwa proses regenerasi atau perkembangan zaman membuat nilai budaya dan tradisi di dalam tari Cokek bergeser. Menurutnya, sekarang yang terangkat hanya hiburannya saja.

"Cokek berasal dari tarian Sipatmo, yang merupakan tarian agung yang dipersembahkan pada acara-acara khusus, seperti upacara di kelenteng, perkawinan atau pada perayaan tahun baru dan Cap Gomeh. Namun sekarang yang terangkat hanya plesirannya saja, karena dianggap itu yang paling laku dijual," pungkas Julianti.

Julianti berharap, program di edisi pertama ini bisa merekonstruksi (rekacipta) Tari Cokek agar tidak hanya dilihat dari sisi plesiran dan erotisnya saja. Para koreografer muda harus bisa mengembangkan tari ini.

Dalam acara pertunjukan Telisik Tari DKJ esok hari akan ditampilkan Tari Sipatmo, asli hasil rekonstruksi dan revitalisasi oleh Kartini Kisam, Tari Sipatmo hasil pengembangan oleh Entong Kisam "Shiu Pat Mo", tari Topeng Tiga oleh Kartini Kisam, Tari Kembang Lambang Sari oleh Wiwiek Widhiastuti, Tari Sipatmo hasil master class oleh alumni IKJ, dan terakhir pemutaran petikan film Meme Karawang (salah satu penari Cokek terkenal di tahun 1950-an).

Penulis: Kharina Triananda

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dewan Kesenian Jakarta Perkenalkan Kembali Tari Betawi Cokek Asli"

Posting Komentar