Menggugat Sejarah Hari Lahir Kota Jakarta! Antara Fakta dan Keputusan Politik

GoBetawi.com - Penggagas penetapan hari kelahiran Jakarta adalah Sudiro, Walikota Djakarta Raja (1958-1960).Pada saat berkuasa itu, Sudiro meminta kepada Mr. M. Yamin, Sudarjo Tjokrosiswono (wartawan) dan Mr. DR. Sukanto (sejarahwan) untuk mengkaji sejarah kelahiran kota Jakarta yang akan ditetapkan sebagai HUT Jakarta di kemudian hari.

Diakui oleh Soediro bahwa penetapan tanggal 22 Juni sebagai tanda kelahiran kota Jakarta semata-mata adalah keputusan politik, tanpa mau mengujinya dari sisi pandang manapun berdasarkan fakta ilmiah.

Menurut Ridwan Saidi, Labuhan Kalapa dikuasai Kerajaan Sunda Padjadjaran dan Orang Betawi sebagai pelaksana yang mengurusi Labuhan Kalapa. Pada saat Fatahillah menyerbu Labuhan Kalapa, ada 3.000 rumah orang Betawi yang dibumihanguskan (menurut buku de Quoto, 1531) pasukan Fatahillah yang jumlahnya ribuan. Penduduk Betawi ini kemudian berlarian ke bukit-bukit hidup bagai Tarzan.

Menurut Ridwan Saidi, Wak Item sebagai Xabandar Labuhan Kalapa hanya punya pasukan pengikut sebanyak 20 orang. Dengan gigih melawan pasukan Fatahillah, walau akhirnya semua tewas, mati syahid melawan penjajah dari Jawa. Xabandar Wak Item tewas dan ditenggelamkan ke laut oleh pasukan Fatahillah, sementara 20 orang pengikutnya semua juga tewas (Babad Cirebon).

Menurut Ridwan Saidi, tidak pernah ada pertempuran antara Fatahillah dengan Portugis, karena armada Fransisco de Xa tenggelam diperairan Ceylon (Sri Lanka). Jadi yang menghadapi Pasukan Fatahillah adalah Xabandar Wak Item dengan pengawal-pengawalnya yang berjumlah 20 orang. Ketika Fatahillah menguasai Bandar Kalapa, maka orang-orang Betawi yang ada, tidak boleh mencari nafkah sekitar Bandar Labuhan (Hikayat Tumenggung Al Wazir).

Orang-orang Betawi yang pindah karena rumah-rumah mereka dibumihanguskan tersebar di sekitar Tambora dan Tana Sereal (Jakarta Barat sekarang). Kalau kemudian hari orang Betawi membantu VOC menghancurkan kerajaan Jayakarta, adalah wajar karena dendam orang terusir. Dalam waktu enam jam pada tahun 1619, kerajaan Jayakarta takluk pada VOC karena orang Betawi membantu.

Kembali pada kajian penetapan tanggal 22 Juni sebagai kelahiran kota Jakarta, di mana ditetapkan perubahan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta dan kemudian menjadi Jakarta, ternyata masih misteri dan kita tak usah meyakin-yakinkan diri kebenaran ini. Sebagai keputusan politik, tentu saja kita masih bisa mengubahnya demi kepentingan sejarah dan panutan generasi berikut.

Oleh: Bang Bek

Klik Download Untuk Aplikasi Android GoBETAWI.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menggugat Sejarah Hari Lahir Kota Jakarta! Antara Fakta dan Keputusan Politik"

Posting Komentar